Portofolio investasi per 31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp710.559.224,- dibandingkan dengan portofolio per 31 Desember 2023. Hal ini disebabkan karena beberapa Surat Berharga Negara (SBN) jatuh tempo di akhir tahun, dan belum di investasikan kembali. Hal ini terlihat dari Laporan Keuangan Audit tahun 2024, dengan jumlah kas pada bank pada 31 Desember 2024 meningkat sebesar Rp3.947.929.867,- dibandingkan per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp1.952.223.861,-